Bahagia Itu Sederhana

Masih Memikirkan Kamu

Tidak ada komentar
Images From Google
Pagi ini aku terbangun saat semua orang masih terlelap tidur, tidak tahu kenapa akhir - akhir ini aku terus dan masih memikirkan Nadia. Nadia, wanita yang mengisi beberapa bagian hidup ku dalam beberapa bulan ini membekaskan kenangan dalam palung hatiku. Pertama kali kita bertemu tidak ada hal yang istimewa seperti rekan kerja yang lain hanya sebatas perkenalan dan ngobrol basa - basi. Lama - kelamaan karena sering mengobrol dan bercanda plus curhat, tiba - tiba saja muncul rasa yang seharunya tidak muncul. Cinta, rasa ini yang muncul dari dalam hati kami berdua tapi sementara itu apa yang harus kulakukan dengan Sri wanita yang sudah kupacari satu tahun lamanya ini. Batinku berontak rasa yang begitu besar ini tidak bisa kutahan apalagi kututupi bukankah rasa cinta itu datang dari tuhan tapi mungkin keadaan saja yang salam mempertemukan aku dan Nadia. Setelah itu aku dan Nadia memcoba menjalani semuanya secara diam - diam tanpa pernah ada yang mengetahui mungkin hanya tuhan saja yang tahu. Menjalani kerja dengan cinta membuatku semangat setiap hari aku datang lebih pagi dari karyawan lainnya hanya untuk menulis memo di meja Nadia dengan kata - kata cinta atau sebuah bunga mawar merah. Tapi suatu hari Nadia harus pergi dari kantor ini, dipindah tugaskan dan meninggalkan aku dalam kesendirian yang masih memikirkan dia. Kantor ini terlalu membosankan tanpa kamu bahkan waktupun seperti lama setiap harinya. Dia pergi tanpa sebuah keputusan tentang hubungan ini hanya meninggalkan kenangan. Sementara itu Sri tetap setia disampingku memeluk dengan erat tapi badan Nadia yang mendepakku, ini gila dan aku merasa muak dengan diriku sendiri yang terus berbohong. Padahal hidup ini terlalu singkat, hanya untuk bersama orang yang sudah aku cintai.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar