Bahagia Itu Sederhana

Merry Me

Tidak ada komentar

Sudah cukup lama aku bina hubungan cinta dengan Lisna, menjalani waktu  berdua bersama melewati rintangan dalam sebuah hubungan. Sungguh bukan hal yang mudah ketika jarak waktu 8 tahun ini, berhasil kami lewati. Jujur sebagai seorang lelaki aku benar - benar menginginkan Lisna bukan hanya sebagai pacar tapi istri, aku menginginkan dia menjadi ibu dari anak - anakku, aku menginginkan dia menjadi wanita seutuhnya. Sudah beberapa kali aku ajak dia untuk menikah denganku tapi jawaban dia tiga tahun terakhir tetap sama yaitu "belum siap", jawaban yang kadang membuatku memikirkan ulang apa memang di itu diciptakan bukan untuku ? Umurku yang sudah 30 tahun memaksa untuk membuatku cepat menikah, kedua orang tua pun memaksa aku untuk cepat menikah, mereka menginginkan cucu itu alasan yang mereka kemukakan.

Images From Google

Setelah 1 minggu aku berpikir dalam sepi dan meminta petunjuk yang maha kuasa akhirnya ku putusan untuk mengatakannya satu kali lagi kepada Lisna, meminta dia untuk menikah denganku. "Ini yang terakhir ucapku" dalam hati, ya ini yang terakhir ketika jawaban Lisna tetap sama maka aku putusan mencari calon yang lain karena mungkin dia memang bukan jodohku.

Images From Google


Sore itu di taman, di ujung matahari tenggelang menjelang malam ketika senja menjadi saksi tentang semua ini, kami berdua tidak berkata apapun seperti terkesima dengan keindahan sore ini. Tanpa menunggua lama aku mulai percakapan kami sore ini, "Lis, banyak hal yang sudah kita bagi bersama" ucapku. Lisna masih terdiam tidak ada ucapan balasan menanggapi ucapanku. "banyak mimpi yang ingin aku wujudkan denganmu !" ucapku kembali, "aku juga ingin menjadi bagian mimpimu Bian" jawab Lisna. Sesaat jantungku seperti berhenti aku tidak percaya jawaban dari Lisan seperti itu tidak seperti biasa - biasanya, "apakah dia sudah mau menikah denganku", pikirku dalam hati, tanpa pikir panjang aku bungkukan badan dihadapannya dengan menyerahkan cincin dan berkata "merry me ?". "yes", jawabnya singkat Saat itu hati ini senang seperti dunia menjadi miliku, penantianku selama 8 tahun akhirnya terjawab sore itu. Kami menikah 14 Nopember hingga sekarang masih menjadi suami istri, terima kasih tuhan.




Tidak ada komentar :

Posting Komentar