Bahagia Itu Sederhana

Untuk Budi

Tidak ada komentar





Budi adalah seorang anak penjual empek - empek yang suka lewat depan toko tempat saya kerja dan termasuk hari ini pun dia lewat. Anak yang masih berumur sekitar 14 tahun ini harus rela kehilangan waktu bermain bersama teman - teman sebayanya hanya untuk mencari uang. Setiap hari sepulang sekolah Budi harus berjalan menyusuri trotoar jalan raya yang panas dengan kedua tangannya memegang peralatan dagang. Berbeda dengan kebanyakan anak - anak saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan HP dan main. Budi ini fokus membantu orang tua yang dia cinta, mungkin meringankan beban kedua orang tua dari himpitan ekonomi yang makin menjepit jadi tujuan Budi. Kadang jadi iri dengan Budi masih kecil saja sudah bisa membantu orang tua dengan mengorbankan masa bermain, berjualan tanpa rasa gengsi dan malu. Bagaimana mana bila saya ada di posisi Budi ? apa saya bisa setegar, seiklas dia menjalani keadaan itu, apa saya bisa ? kadang pertanyaan itu yang suka saya lontarkan pada diri saya sendiri. Hidup memang pilihan kadang kita tidak bisa menjadi seperti yang kita inginkan tapi iklas menjalani apa yang diberikan tuhan hari ini adalah yang terbaik.

SEMANGAT BUDI ! selalu ada awan cerah, setelah hujan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar