Bahagia Itu Sederhana

Puisi Untuk Pergi

Tidak ada komentar
Prolog
Gambar dari sini klik
Aku sudah tidak bisa percaya kamu lagi, kamu wanita yang aku cintai ternyata tega dan bisa menyakiti aku yang lemah ini. Dimana letak hatimu? sehingga dengan sengaja kau melukai hati seorang laki - laki lemah yang sangat mencintaimu, perjalanan panjang yang telah kita lewati bersama ternyata tidak menjadi makna dalam hatimu. Saat susah dan bahagia hari itu, hari dimana aku selalu percaya kau tidak akan meninggalkanku untuk orang lain. Ketika semua berjalan lambat dan dunia mungkin hanya miliki kita berdua atau ketika kata cinta selalu lumer dari bibirmu yang tipis itu untuk menemani aku. sampai pada hari ini dimana kau bener - bener pergi dari aku untuk orang lain, untuk sebuah kekayaan meninggalkan kemiskinan. Apa aku harus memiliki itu semua untuk bisa tetap mencintaimu ? bukankah rasa yang aku punya itu hanya titipan dari tuhan. Mungkin yang aku miliki hanya segaris cinta, sebait puis, sekuntum mawar dan sengenggam kesetian untuk cinta yang kupercayai indah. Hidup memang bukan sinetron yang selalu mempunyai akhir yang indah, tapi apa aku salah berharap? Saat ini aku sendiri berteman dengan sunyi dalam ruang kosong yang bernama hati, apa kamu ingat aku ?, apa kamu lupa dengan potongan puzle kenangan kita ? "Dinda.." kupanggil namamu dalam hening malam yang semakin larut dalam kesunyian dan gelap hati. Tulisan ini menandai tiga bulan yang telah lalu kau meninggalkan aku, tulisan ini menandai aku sudah iklas melepasmu dengan dia, tulisan ini aku buat hanya untuk kenangan yang indah karena aku akan pergi dari kota yang tiap sudutnya menggema namamu, yang tiap sudutnya tertulis namamu, yang tiap sudutnya dipenuhi kenangan tentang aku dan kamu.

Puisi Untuk Pergi

Ketika batas kota ini terlihat samar menjauh dari aku
Aku harus pergi, tanpa harus menunggu siapapun
termasuk kamu

Semakin jauh bus berjalan rodanya memutar kenangan
Kenangan dan hanya kenangan antara kamu dan aku
serta bahagia dan terluka

Tidak untuk lari apa lagi menjauh
hanya untuk pergi   

Tidak ada komentar :

Posting Komentar