Bahagia Itu Sederhana

Wisuda D1 CIC (13 Oktober 2009)

2 komentar
Setiap ada awal pasti ada akhir, hal itu pun berlaku pada proses pembelajaran seperti kuliah atau sekolah dan untuk kuliah sendiri biasa kita menyebutnya wisuda. Bila saya bicara wisuda maka kenangan saya akan kembali mengingat 13 Oktober 2009 dimana hari itu saya di wisuda dan dinyatakan lulus dari LPK CIC Cirebon. Wisuda waktu itu bisa dibilang berkesan kurang baik bagi saya, pada hari yang ditunggu - tunggu selama satu tahun itu saya tidak didampingin oleh kedua orang tua saya dan itu bukan hal yang mudah karena saya baru pertama merasakan wisuda. Kesibukan memang menjadikan waktu itu sangat begitu cepat tapi saya cepat melupakan hal itu dan berfikir bahwa mungkin ini yang terbaik untuk saya waktu itu. Saya memang terbiasa sendiri dari kecil seperti halnya TK saya selalu pulang dan berangkat sendiri, hanya beberapa hari saja ibu mengantar saya. Saat pendaftaran SMP pun sama saya harus daftar sendiri bagaimana saat itu banyak sekali orang tua yang mengantar anaknya untuk daftar, dari hal dan pengalaman tersebut memang membuat saya menjadi seorang yang mandiri dan banyak melakukan hal yang memang bisa saya kerjakan sendiri maka dilakukan sendiri. Kembali ke wisuda 13 Oktober 2009, memang sudah sekitar empat tahun berlalu tapi saya masih menyimpan photo yang saya abadikan lewat HP saya tapi ada satu hal yang membuat saya bete sampai sekarang kalo ingat wisuda kejadian itu adalah photo bareng saya dengan Fuji, Fuji itu adalah gadis manis dari LPK CIC Jurusan Broadcast. Cerita berawal ketika Lilik seorang teman perempuan membawa kamera Digital lalu saya dan Seno berinisiatif untuk meminjam kamera digital agar kami bisa photo bareng dengan Fuji. saat itu Fuji sudah mau dan kami melakukan beberapa pose setelah selesai saya lalu saya memotret Seno dan Ayahnya setelah itu saya kembalikan Kamera Digital ke Lilik dan meminta untuk tolong mencetakan photo saya dengan Fuji nanti setelah selesai wisuda beberapa hari kita ketemu dikampus mengambilnya. Tapi apa yang didapat malah kecewa, hari yang telah ditentukan kita akan bertemu malah Lilik tidak datang disms dan telpon tidak aktif dan hingga kini alamat FBnya pun saya tidak tahu. Dia menghilang seperti ditelan bumi begitu kata pepatah dan yang paling kasihan Seno teman saya yang dia berharap dapat membersarkan photo dia bersama ayahnya malah tidak bisa.


































2 komentar :