Bahagia Itu Sederhana

Eyang Subur Vs Adi Bing Slamet

Tidak ada komentar
Gambar dari sini klik
Pemberitaan kasus tentang kedua orang dalam judul diatas membuat saya bosan, hampir setiap hari ada saja berita tentang perkembangan kasus ini dari korban baru atau mereka saling pasang statement di infotaiment. Seperti malam ini pada acara bukan empat mata akhirnya saya mengerti tentang kendala perdamaian kedua pihak ini. Jika dilihat dari pihak Adi untuk melakukan perdamaian mereka selalu mengajukan syarat yang harus dipenuhi oleh Eyang Subur. Sementara dari pihak Eyang Subur selalu menolak syarat yang diberikan oleh pihak Adi pada akhirnya dari sikap "kekeuh" kedua belah pihak yang katanya siap berdamai tapi tidak ada yang mau mengalah satu sama lain, sama saja bohong. Bohong dalam artian sikap mereka yang saya katakan "kekeuh" itu hanya akan menghasilkan agument dan kalimat pembelaan bagi masing - masing pihak saja dan bukan penyelesaian. Mungkin sebaiknya dicari jalan tengah yang adil agar kedua pihak ini bisa mengakomodir keinginan mereka tentang perdamaian yang sesuai versi mereka. Disini saya hanya menulis apa yang saya lihat dan dengar di tv serta saya baca pada media online jadi buka bermaksud membela salah satu pihak. Dalam kacamata saya juga harusnya Eyang Subur juga bisa tampil di depan publik dan menjelaskan apa yang terjadi sebenernya. Selain akan mempermudah proses perdamaian berlarutnya kasus ini juga akhirnya melebar ke mana - mana dan tidak fokus pada apa yang ingin dibuktikan oleh kedua belah pihak. Inti permasalahan yang saya lihat tadi di bukan empat mata menjelaskan dua hal pertama Eyang Subur "kekeuh" lewat jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini sementara Adi Bing Slamet "kekeuh" dengan pernyataan gaib dan sesat yang sebenarnya susah dibuktikan oleh hukum.
" Perdamaian sebenarnya mudah dan gampang terjadi saat hati yang dipakai bukan emosi "
Jadi saat masalah menerpa kita, kita pilih hati atau emosi untuk menyelesaikan masalah tersebut ?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar