Bahagia Itu Sederhana

Pergilah Kasih

Tidak ada komentar
gambar dari sini klik
Aku hanya bisa melihatmu dari tempat yang sedang aku duduki saat ini, raut mukamu tampak gelisah menunggu kereta siang ini. Tidak ada kata dan tegur sapa diantara kita, aku hanya tidak mampu berkata untuk melepasmu pergi meninggalkan aku. Mulutku seperti terkunci untuk mengungkapkan kegundahan hati yang begitu merasuk sejak tadi.
   
    " Sabar, bentar lagi juga datang kok "

Sebuah baris kalimat meluncur dari mulutku, mencoba menenangkanmu yang terlihat begitu gundah. Ucapan dalam kegundahan diriku sendiri mencoba untuk menguatkanmu namun hanya sebuah simpul senyum manis yang kau tampilkan lalu kembali mengarahkan lehermu menghadap ke jalur kedatangan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Aku kembali diam mungkin karena hanya itu yang biasa aku lakukan untuk menyembunyikan kegundahanku saat ini. Panas yang menyelimuti stasiun kali membuat suasana hati aku pecah tak menentu menjadi gelisah.

    " Lama banget ya A ? "

Tanyamu padaku, tanpa menoleh kamu terus memperhatikan kedatangan kereta.

    " Tunggu saja mungkin sebentar lagi datang "

Jawabku singkat, kali ini aku ikut berdiri bersama Mia dan mengarahkan leher ke arah jalur kedatangan kereta dari Jakarta. Raut muka kami berdua sama, nampak gelisah menunggu kereta yang tak kunjung datang dan gelisah melepas serta harus  meninggalkan satu sama lain. Hari ini adalah hari kepergian Mia, dia akan melanjutkan studi pada salah satu universitas yang berada di Yogyakarta. Sebagai seorang pacar mungkin ini adalah bagian paling dilematik yang pernah aku hadapi. Harus merelakan pacar tercinta pergi meninggalkan untuk melanjutkan studi. Pada satu sisi aku begitu bahagia karena seseorang yang aku cintai bisa melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, pada satu sisi yang lain aku merasa begitu sangat sedih harus melepaskanmu pergi dan meninggalkan aku sendiri di kota ini.

Tiba - tiba dari kejauhan kereta yang sudah di tunggu sejak tadi muncul mendekati kami, ada rasa bahagia dan juga sedih. Warna Mukamu yang tadinya gelisah kini sedikit berbinar bahagia, tidak lama Mia menghadapkan dirinya kepadaku. Menatap penuh sendu dan memeluk tubuhku erat.

    " A, neng berangkat dulu ya " ucapnya sambil menangis

    " Ya neng.. " jawabku singkat, tak banyak hal yang ingin aku ucapkan, aku hanya ingin terlihat tegar saat ini.
gambar dari sini klik
Setelah beberapa saat memeluk erat Mia melepaskannya, lalu berjalan masuk ke dalam kereta aku mengikuti dari belakang membawakan beberapa koper dan tas yang Mia bawa dari rumah. Dalam kereta Mia kembali memeluku, aku terdiam dan hanya bisa menangis lalu aku cium kening Mia sambil melepaskan pelukannya. Aku melangkah gontai melewati beberapa kursi dan lalu turun dari kereta kembali pada tempat dimana aku tadi berdiri. Aku belum mau pergi karena kereta yang membawa Mia masih ada di stasiun, sementara aku dan Mia saling bertatap pandang melewati jendela. Akhirnya suara mesin kereta dan gesekan rel membawa Mia pergi semakin menjauh tidak terlihat sampai pada kereta itu menghilang dalam tatapanku.
Pergilah kasih Kejarlah keinginanmu Selagi masih ada waktu Jangan hiraukan diriku Aku rela berpisah demi untuk dirimu Smoga tercapai sgala keinginanmu
Chrisye


Tidak ada komentar :

Posting Komentar