Megi Tristisan

Ingin Kembali Menulis Dengan Rasa " Cinta "

Dua Puluh Empat Tahun

 

Hari ini umur saya genap dua puluh empat tahun, umur yang sudah tidak muda lagi tapi tidak terlalu tua juga. Hari ini juga saya tandai dengan kembali ngeblog setelah beberapa bulan tidak ngeblog akibat dari sibuk skripsi. Bercerita tentang skripsi, alhamdulilah pada umur saya masuk ke dua puluh empat tahun ini saya telah berhasil menyelesaikan pendidikan di kampus. Beberapa waktu yang lalu sebelum tanggal empat belas nopember saya telah melaksanakan sidang skripsi dengan hasil yudisium A. Hasil ini sendiri bisa dibilang kado untuk ulang tahun saya yang ke dua puluh empat tahun, hal ini bukan tanpa alasan karena sebelumnya saya juga sempat depresi menghadapi skripsi tapi akhirnya dengan semangat perjuangan skripsi saya selesai.

Memasuki umur dua puluh empat tahun banyak sekali hal besar yang harus saya lakukan, pertama adalah kerja. Setelah selesai kuliah maka bagi orang seperti saya yang bukan anak orang kaya dan juga tidak begitu miskin bekerja adalah sebuah pilihan untuk bisa hidup lebih baik walapun akhir – akhir ini susah mencari kerja tapi semoga saja saya dilancarkan. Amiin

Angka dua puluh empat dalam artian saya berarti tambah tua, tambah rumit hidup ini, harus tambah dewasa itu harapan dan dilancarkan semuanya. Oh iya untuk semua teman yang sudah memberikan ucapan selamat di facebook, twiter dan email saya ucapkan terima kasih.

images by : http://www.freedigitalphotos.net/

Kepongpong




Masih dari kawasan yang sama dengan bunga ungu, kepongpong yang saya potret ini berada di sebelah pot dari bunga ungu saat saya sedang asik memperhatikan dan menikmati bunga ungu tiba - tiba saja mata saya sedikit bergerak dan menemukan kepongpong ini.

Jika kita melihat dari jauh dan sepintas maka kita tidak akan menemukan kepongpong ini karena letak dan tempat serta ukuran kepongpong yang kecil selain itu rimbunnya tangkai bunga dengan daun membuat kepongpong ini terlindungi dari mata manusia yang bisa saja menghancurkan mereka, apalagi anak kecil.

Pada pohon dimana kepongpong ini berada, setelah saya amati ada juga kepongpong yang lain tetapi ternyata ulat di dalamnya sudah berubah menjadi kupu - kupu hal ini terlihat dari bentuk kepongpongnya yang sudah rusak.

Bunga Ungu






Bunga berwarna ungu ini saya tidak tahu namanya tapi saat kami pertama kali bertemu, bunga ini sudah sangat menggoda saya untuk memotretnya. Bunga ini berada di Rumah Sakit Cigugur, letak tepatnya ialah di taman ruang Musa. Mungkin bagi beberapa teman yang sudah pernah ke Rumah Sakit Cigugur akan tahu bahwa di areal komplek ruang Musa itu memiliki taman dan mushola yang menyatu nah bunga ini berada pada pot yang dekat dengan tempat jemuran.

Selamat Hari Sabtu maaf akhir - akhir ini saya jarang ngeblog dan blogwalking, ini dikarenakan saya sedang sibuk skripsi dan ada banyak job.

Yudistira












Foto anak kecil yang lucu diatas adalah Yudistira anak dari adik ibu saya, umurnya sekarang satu tahun setengah dan sedang lucu - lucunya. Yudistira juga bisa dibilang model saya karena sering saya foto walaupun hanya dengan kamera smartphone tapi hasilnya sendiri tidak mengecewakan, pertama kali memfoto Yudis itu saat dia menggunakan baju merah yang sedang memegang handphone saat itu dia nangis kalo saya photo jarak dekat mungkin karena belum kenal juga tapi setelah itu semua lancar sekarang kami jadi lebih dekat.

Sekarang saya memang lagi suka banget moto pake smartphone buat temen - temen yang pengen tahu foto apa saja yang sudah saya hasilkan klik disini, saya simpan di album facebook biar lebih aman di hp takut seperti kemarin - kemarin memorinya error jadi keformat dech selain itu juga dengan disimpen di facebook fotonya di kompres jadi lebih rendah bytenya jadi kalo mau di upload ke blog lebih cepet.

Lebaran Di Rumah Sakit


 
Lebaran tahun ini berbeda dengan lebaran – lebaran saya sebelumnya, jika pada lebaran – lebaran sebelumnya saya mudik ke kampung ibu saya maka tahun ini sedikit berbeda. Berbeda karena lebaran tahun ini saya melewatkan lebaran di Rumah Sakit untuk menunggui ayah saya yang sakit.

Semua berawal dari satu hari sebelum lebaran waktu itu jam 12.00 WIB saya sedang mandi tiba – tiba saja ayah saya pulang dengan muka pucat dan suara yang terbata – bata sambil memegang perut. Saya yang saat itu sedang mandi buru – buru dipanggil oleh ibu saya, dengan mempercepat mandi sayapun keluar dan melihat keadaan ayah saya yang tidak berdaya seperti orang kejang - kejang.

Melihat kejadian seperti itu saya bingung seratus persen, ayah saya memang suka kejang kalo kecapen dan sakit tetapi kejadian dimana beliau suka kejang saat sakit itu sudah lama sekali berlalu, sejak terakhir kejang waktu itu saya masih SD sampai sekarang saya mau lulus kuliah beliau tidak pernah kejang – kejang lagi kalo sakit. Jadi ketika akhirnya menemukan kejadian ayah saya seperti orang kejang – kejang sayapun kaget, tanpa pikir panjang saya langsung memberikan air putih hangat, lalu memijit kaki dan tangannya pas saya pegang ternyata kaki dan tangannya itu dingin sekali, keringatnya juga dingin dari situ perasaan saya mulai tidak enak.

Karena tidak berhasil dengan pertolongan pertama dari saya dan ibu saya maka sayapun memanggil tetangga dan teman – teman kerja ayah saya untuk membantu tapi hasilnya sama keadaan ayah saya malah memburuk, maka akhirnya sayapun meminta bantuan kepada A Ade untuk membawa ayah saya ke rumah sakit dan rumah sakit yang dipilih adalah RSIA Linggarjati. Hal ini karena RSIA Linggarjati adalah rumah sakit yang paling dekat jaraknya dengan letak rumah saya walaupun namanya RSIA tapi disini selain penyakit untuk Ibu dan Anak juga dapat di tangani.

Setelah sampai di RSIA Ayah saya langsung di bawa ke UGD (Unit Gawat Darurat) untuk mendapatkan pertolongan, setelah lama di UGD akhirnya dokter menyarankan untuk di rawat inap karena masih belum di ketahui penyakit yang menimpa ayah saya karena dokter yang bersangkutan belum ada.








Akhirnya dengan adanya saran dari dokter seperti itu, maka saya dan keluarga pun menuruti saja agar keadaan ayah saya lebih baik dan sebagai gantinya lebaran tahun ini saya melewatkan di rumah sakit jika semua orang sedang bahagia malam lebaran makan saya sedang sedih dan gelisah menunggu supaya ayah saya bisa lebih baik esok pagi.
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir & Bathin