Bahagia Itu Sederhana

Kasus Bupati Garut

Tidak ada komentar
Images From Kompas.com
Bupati Garut memang bukan artis tapi beberapa hari ini, pemberitaan mengenai beliau tentang pernikahannya dengan gadis dibawah umur mengisi kolom utama pada beberapa koran, TV, dan media online nasional. Sebagai seorang bupati yang harusnya menjadi panutan rakyat dalam hal ini warga Garut khususnya, beliau telah memberikan contoh yang kurang baik. Kurang baik disini adalah tingkah laku beliau yang menikahi seorang gadis dibawah umur. Padahal saya rasa beliau pasti tahu betul berapa umur seorang wanita yang pas dan sesuai undang - undang untuk dipersunting menjadi seorang istri. Kontroversi berlanjut ketika beliau menikahi gadis itu hanya empat hari dan menceraikan melalui sms. Saya tahu teknologi seperti handphone telah banyak membantu manusia tapi apa sopan, etis menceraikan seorang wanita hanya melalui sms ? yang lebih lucu lagi adalah alasan sang Bupati untuk bercerai dengan istri mudanya itu. Salah satu alasan yang saya paling ingat adalah mulut istrinya itu bau, saya pikir alasan yang ini agak sedikit aneh dan dibuat - buat. Karena kalo cuman karena mulut bau, ada solusi kok dengan menggunakan produk - produk penghilang bau mulut dan sebagainya. Dari kasus ini sebenarnya saya banyak belajar pertama untuk seorang penguasa disana yang memandang semua hal dunia itu berdasarkan ukuran uang semata sehingga bisa menginjak - injak orang se-enaknya, ingat pak semut saja menggigit ketika diganggu apa lagi manusia. Selanjutnya untuk semua perempuan disana yang menilai ukuran laki - laki sukses itu dari harta dan kekuasaan, ingat ada hal yang lebih indah dari pada harta dan kekuasaan yaitu kedamaian hati yang tidak dimiliki oleh setiap laki - laki. Semoga saja kasus ini cepat selesai dan tidak ada pihak yang dirugikan karena masalah menikah atau ceraikan itu masalah dua insan yang menjalaninya.
Saran untuk Bapak Bupati : semua yang dimulai dengan baik - baik harus diakhiri dengan baik - baik juga pak !

Tidak ada komentar :

Posting Komentar