Bahagia Itu Sederhana

Ini Bukan Blog Anak Jendral

23 komentar
Gambar dari sini klik
Beberapa hari yang lalu saat saya membuka twitter, timeline saya sedang ramai dengan  berita ulah nekad seorang pemuda yang mengaku “ anak jendral “ untuk bisa masuk ke jalur busway arah Galur – Senen.
Berita ini akhirnya menjadi besar karena memang banyak sekali masyarakat yang kecewa dengan sikap pemuda tersebut, yang akhirnya diketahui bernama Febri Suhartoni (18) seorang mahasiswa Universitas Trisakti. Sikap Febri menurut saya tidak mencerminkan seorang mahasiswa. Pada beberapa media online saya baca Febri melakukan ini karena terdesak jadwal ujian jika memang terdesak jadwal ujian seharunya dia bisa datang lebih pagi untuk menghindari kemacetan Jakarta.
Sebagai sesama mahasiswa saya juga bisa merasakan bagaimana rasanya telat ujian apalagi jika tengah menghadapai semester pendek, waktu yang terlewat tidak bisa di perpanjang karena hitungan jam ujian ya segitu, ditambah jika telat maka otomatis teman – teman yang lain sudah berhasil menyelesaikan beberapa soal dan sementara kita yang baru datang harus terpotong menulis nama, nim, nama dosen, mata kuliah, dan tanda – tangan waktu yang mungkin dihabiskan 15 menit. Belum lagi akan susah mendapatkan “ ilham “ dari teman - teman karena mereka sudah menyelesaikan soal yang lain.
Lebih dari faktor tersebut sikap Febri yang menerobos jalur busway, saya tetap tidak setuju karena itu salah, jalur busway ya hanya untuk busyway bukan untuk kendaraan pribadi jika memang Febri ini masuk jalur busway lebih baik naik busway saja untuk pergi ke kampus kan lebih aman tapi kesalahan terbesar yang dilakukan oleh seorang Febri bukan menerobos jalur busyway tetapi mengaku - ngaku seorang “ anak jendral “ dan memaksa petugas untuk membuka portal jalur busway. Ketika Febri mengaku “ anak jendral “ kesan yang timbul adalah arogan dan berkuasa semena – menan jadi kalo anak jendral boleh masuk jalur busway dengan se-enak dewek. Sifat dan kelakuan yang seperti ini yang sedang dibenci oleh masyarakat kita karena banyak sekali pejabat – pejabat bangsa ini yang seperti itu.
Kembali pada Febri yang akhirnya jadi “ Publik Enemy “ dan ternyata juga bukan seorang anak jendral sampai saat ini belum berani mengkonfirmasi apa yang dia lakukan, hanya ayahnya Bapak Devi Suhartoni yang seorang pengusaha atau petani karet dari Balikpapan datang ke Jakarta untuk meminta maaf kepada Polri.
Sebuah kejadian pasti ada hikmahnya semoga Febri mendapat hikmah dari apa yang dia lakukan. Sementara kesimpulan dari kejadian ini adalah jalur busway ya jalur busway tidak diperbolehkan kendaraan lewat selain busway tentunya taati peraturan lalu lintas agar orang lain juga nyaman berkendara apa lagi mau mudik. Dan yang paling penting dari kejadian ini adalah banggalah dengan status pekerjaan ayah kita mau dia pengusaha, petani atau pemulung sekalipun ayah adalah orang yang sudah membuat kita ada di dunia ini, yang selalu memberikan keinginan kita jadi tidak ada salahnya bangga dengan pekerjaan dia karena dari perkerjaan ayah itu banyak uang, fasilitas yang kita gunakan. Ini memang bukan blog anak jendral hanya blog seorang anak supir tapi saya mencintai ayah dan pekerjaan ayah saya karena pekerjaan itu saya bisa menjadi besar seperti saat ini, I love you Pa.

23 komentar :

  1. dasar tuh anak, ngaku-ngaku anak jendral.. emang dengan dia ngaku anak jenderal bisa di buka gitu portalnya ..

    setuju mas.. saya juga bangga dengan ba[ak saya yang hanya seorang satpam :)

    BalasHapus
  2. masalah ngaku-ngaku, yang paling sering saya lihat itu di plat nomer ditempelin stiker kecil macam dari TNI, biar aman katanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu dia penyakit masyarakat kita ini suka ngaku2 padahal booong, mas

      Hapus
  3. Karena saya bukan jendral, maka anak saya juga bukan anak jendral

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul pak, saya juga, hehheheheheh

      Hapus
  4. kebayang ya andai berada di posisi bapaknya si Febri

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti sedih mba, anak yang di kuliahin dan bela - belain di beliin mobil honda jazz tapi malah mengecewakan

      Hapus
  5. mahasiswa tapi kelakuan kaya bocah sd xixixi,
    sombong banget tuh akhirnya malah memalukan nama keluarga. ^_^

    BalasHapus
  6. Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

    BalasHapus
  7. lajur busway begitu menggoda ~~

    mas, itu gak pake spasi antar paragraf? dempet-dempetan gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya memang menggoda asal awas kejadian kaya gini aja, hehheeh


      saya suka yang dempet2 mas, hahahahah menggoda gitu klo dempet-dempetan

      Hapus
  8. wah ... aku dr kemarin kemarin pengen kemari terus , kok lama blom muncul, ternyata emang blog ada post baru ya :) .... mudikkah thn ini ?

    Met Lebaran ya, maaf lahir bathin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga mudik mba, hehehehehehhehe

      masih di kota ini

      Hapus
  9. Mau anak jendral kek tapi kalo menyalahi aturan ya harus ditindak tegas sama petugas

    BalasHapus
  10. Betul apa kata Bang Max Manroe....:)

    BalasHapus
  11. Hukum itu tidak memandang posisi, jabatan dan lain sebagainya, hukum keadilan tetap di tegakkan. Wjib bagi kita mentaati peraturan dimana kita tinggal, termasuk hak pengguna jalan..

    BalasHapus